30.10.09

Syukur atas hidupku....

Kadang aku menyesali segala yang telah terjadi...
Kadang aku ingin mengulangi hal yang terlewati....
Kadang merasa sebal terhadap apa yang terjadi pada diri...
Kadang merasa marah atas kejadian yang tak aku inginkan...

Tetapi aku sadar sekarang...
Mataku terbuka....
Aku menyadari sesuatu....
Segala kejadian, segala perbuatan...
Baik hitam, putih, abu-abu,....
Itu tlah membentuk aku....
Membentuk aku yang sekarang ini, detik ini

Aku takkan kecewa terhadap segala yang kulalui
Baik itu peristiwa yang kelam, indah, emosional, sedih, marah, iri...
Aku berterima terhadap teman-temanku
Yang secara tidak langsung membentuk kehidupanku
Yang secara tidak langsung membentuk lingkunganku
Aku juga berterima kasih kepada orang yang aku cintai
Yang semuanya telah menolakku...
Tetapi ada satu pelajaran yang berharga yang aku dapatkan
Pelajaran mencintai seseorang dengan tulus....
Pelajaran mencintai seseorang dengan apa adanya...
Terima Kasih
(^o^) muah.....

29.10.09

Takdir Pertemuan

Biarlah Anda yang menentukan siapa berutang kepada siapa.

Hubungan antara Laurie dan ibunya sangat rumit. Ayahnya telah meninggalkan mereka demi wanita lain ketika Laurie baru tiga bulan.

Setiap beberapa tahun, ibunya akan membawanya pindah ke kota yang baru. Sering berpindah-pindah membuat Laurie merasa seolah-olah dia tidak punya kampung halaman. Karena ia harus pindah sekolah berkali-kali, dia tidak punya teman tetap. Dia tidak pernah memaafkan ibunya karena kehilangan ini.

Dia mulai bertengkar dengan ibunya, baik sengaja maupun tidak sengaja. Kalau ibunya memintanya untuk pergi ke timur, ia akan pergi ke barat. Kalau ibunya memintanya untuk membeli gula, dia akan pulang membawa garam. Meskipun dia dan ibunya bersama-sama sepanjang waktu, hati mereka terpisah sepuluh ribu mil.

Ketika ibunya membawanya ke gereja, Laurie berdoa, "Tuhan, jika Engkau benar-benar mencintai anak-anak-Mu, mengapa Engkau mengatur saya bersama seorang ibu semacam ini?"

'Perang dingin' antara ibu dan anak ini berakhir pada hari ulang tahunnya yang kedelapan belas. Bagaikan burung keluar sangkar, dia segera pindah. Tak lama kemudian, ia menikah, tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Ibunya tiba-tiba didiagnosa menderita kanker dan meninggal dalam waktu enam bulan.

Ketika ia mendengar berita ini, Laurie tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Ia ingin menangis tapi ia juga ingin tertawa. Air mata memenuhi seluruh wajahnya. Tak lama kemudian dia sangat menyesali masa lalunya dan mengingat kembali semua kebaikan ibunya.

Dalam angin dan hujan, adalah ibunya yang telah membawa dia ke rumah sakit dan mengawasinya sepanjang malam. Semua hadiah di bawah pohon Natal itu untuk dirinya sementara ibunya tidak punya satupun. Pada hari sebelum ulang tahunnya, adalah ibunya yang sampai larut malam memanggang kue pestanya meskipun dia tidak punya banyak teman-teman kecil. Ketika ia bermain bisbol atau sepak bola, adalah ibunya yang bersorak untuknya di bawah terik matahari. Adalah ibunya yang mengantarnya ke sekolah dan menjemputnya selama bertahun-tahun.

Semakin Laurie berpikir, semakin dia menyesali kesalahannya dan dia menjadi semakin sedih. Ia jatuh sakit. Sebelas tahun kemudian, ketika ia datang ke klinik saya, separuh rambutnya sudah memutih. Dia baru tiga puluh tahun lebih, cukup muda untuk punya anak, tapi dia menderita penyakit hypochondria (bersedih hati), nyeri otot, dan gejala sindrom perimenopause (manopaus sebelum waktunya).
Takdir Pertemuan Tidak Terbentuk dalam Satu Masa Kehidupan

Bagaimana mungkin seorang wanita berusia awal tiga puluhan memiliki gejala-gejala ini? Saya bertanya tentang riwayat kesehatan keluarganya. Segera setelah saya bertanya tentang ibunya, ia bercucuran air mata, dan hampir tidak bisa bicara karena menangis. Lalu ia menceritakan kisahnya sedikit demi sedikit.

Dia menggambarkan secara rinci bagaimana ia menentang ibunya dan bagaimana ia mempermalukan ibunya dengan membuat adegan-adegan di depan teman-temannya. Dia menyesal karena tidak punya kesempatan untuk meminta maaf kepada ibunya atau untuk membayar kembali semua yang telah diberikan ibunya.

Saya tahu tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyeselannya dan juga melepas simpul di hatinya. Namun, saya segera melihat ada suatu mimpi yang dapat menyembuhkan penyakitnya.

Suatu hari, Laurie melihat ibunya dalam mimpi. Dia menangis meminta ibunya untuk memaafkan dia, mengatakan bahwa ia sangat merindukannya dan menyatakan penyesalan.

Meskipun demikian, ibunya memarahi dia dengan tegas: "Berhentilah menangis! Sejak saya melahirkan kamu, saya tidak pernah mengalami hari baik, dan adalah karena kamu saya mati terlalu muda. Kematian saya adalah salahmu. Sekarang bahkan di dunia bawah, saya masih mencari kesempatan untuk membalas. Saya mempunyai urusan dengan penyakit kamu. Ketika saya hidup di dunia, saya adalah ibumu. Sekarang saya sudah mati, kita adalah musuh."

Laurie sangat terkejut. Dia teringat kejadian-kejadian masa kecilnya dan berpikir, "Saya sakit karena Anda, tapi Anda menyalahkan saya karena menyakiti Anda. Apa yang harus saya lakukan?" Dengan marah, ia terbangun dan teringat jelas dengan mimpi ini. Dia menyesali kemarahannya, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ketika Laurie datang ke klinik dan menceritakan mimpinya, dia tidak bisa tenang. Dia ingin tahu pendapat saya.

Saya berpikir sejenak dan berkata padanya, "Kemarahan dapat menyebabkan penyakit tetapi juga dapat mengobati penyakit. Anda sangat kehilangan ibu anda yang anda derita begitu lama. Tidak ada obat yang bisa membantu anda. Sekarang anda marah, dan kemarahan itu bisa melepas simpul ini segera. Anda bisa melihat betapa sulitnya ibu anda mencoba membantu anda. Dikatakan bahwa tidak seorangpun mengenal anak lebih daripada sang ibu. Hal ini terjadi karena ibu anda masih merawat anda. Meskipun dia berada di dunia bawah, dia masih tidak ingin melihat anda kesakitan dan dengan menggunakan 'arti yang berlawanan' dia telah membebaskan anda dari rasa sakit. Anda harus berterimakasih padanya. "

Laurie mendengarkan saya dan sepertinya mengerti. Dia menenangkan diri dan kemudian meninggalkan klinik. Sejak itu, ia telah kembali beberapa kali. Dia telah sepenuhnya pulih dari penyakit.

biarlah Anda yang memutuskan siapa yang berutang kepada siapa. (bud)

22.10.09

ingin miliki

Aku ingin berkata jujur
ingin jujur terhadap perasaanku
tapi aku tak bisa
tak bisa berkata jujur
jika itu membuatmu jauh dariku

cukup....
cukup membuatmu untuk tak bisa kumiliki
cukup membuatmu tak bisa menerimaku
cukup membuatmu tak bisa menjadi masa depanku
cukup.....
aku akan menipu diri
aku akan menipu hati
aku akan sekali lagi
sekali lagi membohongi perasaan ini
membohongi hati ini

Bukan aku lelah
bukan aku capek
tapi hanya beristirahat
hanya melemaskan kaki
biar kututup dulu pintu hati ini
biar kututup dulu jendela hati ini
biar kukunci dulu gerbang hati ini
sementara......

sepeti kata kahitna
Kenyataannya
Cinta Tak Harus
Saling Memiliki

dan vidi aldianopun berkata
Cinta tak harus memiliki

dan aku akan
Menjaga hati
kata yovie and nuno

3.10.09

Penasaran

Hari ini hari ultah bokap g yang ke 54.
Selamat ultah ya pap. U always life in my heart.
tapi hari ini g ngobrol bareng anak-anak ma orang yang g lagi deketin.
dia ngomong bahwa ada someone and say to my friend only him who doesn't know.
I suprised hear that because I there and I don't know who him.
My best friend know man who her like and commended not to say "label".
In my heart I want to know who is he,
In my heart I want to know man who her like,
I want to know
I want to know
I want to know

I ask to my best friend and he answer he can't say who is he because he had promise to her to don't say to another people and I appreciate it because he is my best friend and I don't want him became people who can't trust by her.

I really want to know who is he
I am very curious
but I can not force my best friend
I can't selfish
I must respect her decision
and I only share to my blog
ak sangat sangat sangat penasaran tetapi apa bisa dikata.....

love is very complicated but if you can respect each other you will get happiness
G.I. JOL